8 Feb 2010


PENGANAN gorengan menjadi jajanan favorit banyak orang. Rasa gurih dan garing berpadu apik di lidah dan menjadi candu tersendiri. Gorengan dibungkus kertas bekas ataupun kantong plastik berwarna, maka efek buruk kesehatan yang ditimbulkan bisa berlipat ganda.

Para pencinta gorengan, waspadai gorengan berwarna gelap dan bertekstur lebih keras dari kondisi normal. Kemungkinan gorengan tersebut merupakan sisa dagangan yang tidak habis terjual pada hari sebelumnya kemudian digoreng ulang oleh penjual.

Cerita kecurangan belum selesai. Sebab tak sedikit penganan gorengan yang diolah dengan minyak goreng yang telah dipakai berulang kali alias minyak jelantah. Kita tentu tak menutup mata dengan penjual yang hanya berorientasi pada keuntungan, tanpa memikirkan dampak yang harus ditanggung pembeli akibat mengonsumsi penganan tidak layak.

Bahaya minyak jelantah

Kualitas minyak jelantah sangat menurun dari minyak goreng baru. Minyak jelantah mengeluarkan kandungan polimer yang dapat terserap dalam pangan berupa asam lemak trans.

Dan dalam minyak jelantah, terdapat zat radikal bebas, seperti peroksida dan epioksida yang bersifat mutagen dan karsinogen sehingga berisiko terhadap kesehatan manusia. Misalnya saja, hasil peroksida pada minyak jelantah mengakibatkan pemanasan suhu tinggi hingga gangguan kesehatan, terutama yang berhubungan dengan metabolisme kolesterol.

Bahaya kertas bekas pembungkus pangan

Kertas bekas seperti koran, majalah, atau kertas yang sudah tercampur tinta sangat berbahaya bagi tubuh manusia karena di dalam tinta terdapat timbal yang bersifat racun.

“Bila terkena panas atau minyak dari gorengan, tinta dapat larut dalam makanan,” ungkap Kepala BPOM Palembang M Ali Bata Harahap.

Bahaya akut jangka pendek

Gorengan yang telah terpapar timbal bisa dimakan menyebabkan rasa terbakar pada mulut dan kerongkongan, pengeluaran air liur berlebihan, sakit perut disertai rasa mulas yang hebat, muntah, diare dengan tinja berwarna hitam, berdarah, susah buang air besar, merasa kelelahan, gangguan tidur, gelisah, lekas marah, gangguan ginjal, gangguan otak dengan penglihatan, kesemutan, kejang hingga kelumpuhan.

“Kematian dapat terjadi akibat kegagalan jantung,” katanya.

Bahaya kronis jangka panjang

Bila tertelan, paparan timbal yang dikonsumsi berulang dalam jangka lama meski dalam jumlah sedikit, menyebabkan akumulasi dalam jaringan tubuh, yaitu pada tulang, gigi, hingga otak dan dapat menimbulkan efek pada ginjal, hati, darah, saraf, alat reproduksi, dan endokrin dari sistem kekebalan.

“Tahap awal dari keracuanan timbal ditunjukkan dengan kehilangan nafsu makan dan kehilangan berat badan,” tuturnya.

PENGOBATAN jerawat pada kulit remaja tidak hanya harus telaten, namun juga harus tepat. Lama-kelamaan jerawat membandel pun akan malas lagi ”nangkring” di wajah Anda.

Barangkali tidak ada yang lebih mengganggu seorang remaja selain problem jerawat yang tumbuh bermekaran di wajahnya. Karena muncul di wajah yang pastinya terlihat di depan mata, mereka jadi tidak percaya diri dalam bergaul. Para remaja merasa kurang menarik jika berjerawat.

Yang terjadi, mereka akan malu untuk keluar rumah dengan wajah yang terlihat bintil-bintil berwarna kemerahan. Ujung-ujungnya, mati-matian mereka berusaha untuk menghilangkan jerawat di wajahnya. Namun, banyak anak muda yang ternyata mengobati jerawat dengan cara yang kurang tepat. Bukan mulus yang didapat, justru kulit mukanya makin meradang.

”Banyak tindakan atau pengobatan yang dilakukan remaja untuk mengatasi jerawat, justru merusak kulit muka,” kata dokter ahli kosmetika dr Arika Fitri Andini dalam acara diskusi dengan tema ”Kosmetika yang Tepat untuk Remaja dan Masalah Jerawat”, yang diselenggarakan House of Ristra di Jakarta, belum lama ini.

Sebelum menerangkan bagaimana mengobati jerawat yang tepat dan aman, Arika menjelaskan terlebih dahulu soal kulit. Menurut dia, kulit merupakan organ penting yang terletak paling luar dan paling luas sebagai pelindung tubuh.

Pada orang dewasa, luasnya kira- kira 2 meter persegi dan beratnya kurang lebih 15 persen dari berat badan. Jenis-jenis kulit terbagi tiga yaitu kulit normal, kering dan berminyak. Kulit normal ciri-cirinya adalah lembut, lembap, dan pori-pori terlihat namun tidak besar.

Kulit kering bercirikan di antaranya tidak lentur atau kendur, bersisik, agak kasar, dan produksi lemak sedikit. Sedangkan kulit berminyak, cirinya adalah pori-pori terlihat dan besar seperti kulit jeruk, mengilap, dan kelenjar minyak aktif. ”Pada kulit berminyak ini, biasanya lebih cepat timbul jerawat,” tuturnya.

Jerawat sendiri dapat didefinisikan sebagai peradangan yang disertai dengan penyumbatan pada saluran kelenjar minyak di kulit dan rambut. Arika mengatakan, jerawat dapat terjadi karena adanya peningkatan kadar minyak kulit, sumbatan saluran minyak dan terdapat infeksi bakteri propionibacterium acnes dan staphylococcus epididimydis.

”Problem remaja yang paling banyak memang jerawat dan noda hitam. Mereka yang telah memasuki masa remaja alias puber mulai dihinggapi jerawat. Begitu seorang anak memasuki masa puber, kelenjar keringat dan minyak akan memproduksi keduanya dalam jumlah besar. Nah, jika kelenjar itu tersumbat, timbullah jerawat,” ujarnya.

Terjadinya jerawat, lanjut dia, diawali dengan terbentuknya komedo, yaitu penyumbatan kulit yang terjadi karena penumpukan sel kulit mati dan sebum pada muara kelenjar minyak. Biasanya ditandai dengan bintik hitam pada daerah T, yaitu sekitar dahi, hidung, pipi bagian dalam, dan dagu. Jika tidak segera ditangani, komedo bisa meradang dan menjadi jerawat membandel.

Arika mengungkapkan faktor pemicu jerawat di antaranya hormon androgen yang tinggi pada remaja, keturunan, kebersihan kulit yang kurang serta penumpukan lapisan kulit mati, salah kosmetik, makanan berlemak seperti susu fullcream dan keju, makanan merangsang dan pedas, stres, kurang tidur serta rambut kotor dan berminyak.

Lalu, bagaimana sebaiknya mengatasi jerawat yang tepat dan aman? Dia menuturkan, kalau memang jerawat bertambah parah segera berkonsultasi ke dokter kulit terdekat. Jangan hanya melakukan facial di salon langganan, karena kegiatan tersebut hanya tindakan pembersihan kulit saja, namun jerawatnya tidak diberi obat.

Arika mengungkapkan tidak benar bahwa jerawat tidak boleh dikeluarkan atau dibersihkan. Yang tidak boleh adalah memencet sendiri dengan tangan, karena akan menimbulkan infeksi jika tercampur dengan bakteri. ”Biarkan dokter yang membersihkan jerawat tersebut,” katanya.

Jika ingin menyembuhkan jerawat sendiri, kata Arika, bersihkan muka dengan sabun pH-balanced atau memakai sabun sulfur. PH balanced artinya pH sabun yang dipakai harus sesuai pH fisiologis kulit kamu agar tidak terjadi iritasi atau keracunan. Jangan gunakan sabun mandi ataupun sabun bayi karena struktur kulit remaja sudah berbeda.

Lalu, gunakan scrub tiap dua kali seminggu. Juga oleskan acne lotion atau acne cream di tempat jerawat tumbuh. Biasanya banyak remaja yang melakukan chemical peeling atau pengelupasan kulit muka menggunakan bahan kimia di salon-salon. Arika tidak menganjurkan hal tersebut dilakukan lagi.

”Chemical peeling untuk kulit muka Asia seperti kita kurang cocok. Karena biasanya mereka hanya melakukan pengelotokan kulit. Percuma saja, jerawat akan balik lagi. Bahkan, kulit akan menjadi tipis dan pembuluh darah akan semakin lebar. Ini berbahaya. Gunakan scrub dua kali seminggu sudah cukup,” imbuhnya.

Jika telah sembuh, dia menganjurkan untuk menjaga kebersihan kulit. Caranya dengan rajin membersihkan muka dengan sabun nonalkalis atau pH-balanced selama dua kali sehari saat mandi. Untuk pria, dapat empat kali sehari. Untuk krim pembersih, gunakan cleansing milk atau cream untuk mengangkat sisa make up dan kotoran.

Alat untuk membersihkan sebaiknya menggunakan waslap basah, karena sisa make up dan kotoran dapat terangkat seluruhnya dan lebih hemat. ”Jangan gunakan tisu atau kapas karena pengangkatan kotoran dan sisa make up tidak maksimal. Apalagi, waslap basah bisa hemat tinggal dicuci dan dikeringkan bisa digunakan kembali,” terang Arika.

Setelah itu, kulit muka disempurnakan dengan penyegar (freshener). Banyak yang beranggapan fungsi penyegar ini adalah untuk mengangkat sisa cleansing milk atau cream. Menurut Arika, hal itu tidak benar. Fungsi freshener adalah untuk meringkaskan kembali pori-pori yang sudah terbuka lebar akibat proses pembersihan dengan sabun.

Proses selanjutnya adalah melembapkan dengan menggunakan moisturizer dan body lotion yang khusus untuk remaja. Sementara itu, untuk melindungi kulit sebaiknya hindari pengaruh buruk sinar matahari, karena sinar ultraviolet (UV) yang dipancarkan matahari dapat merusak kulit, di antaranya gunakan payung, topi lebar, dan pakaian yang tertutup saat bepergian ke luar rumah.

Selain itu, oleskan sunscreen non-praba seperti sunblock atau sun care di kulit sebagai alas foundation. Penggunaan lotion pelindung kulit ini penting sebagai upaya mencegah dampak dari sinar UV. ”Pakai sunblock jangan hanya kalau berenang, tapi gunakan sehari-hari. Tetapi pakai yang SPF 15-25 buatan Indonesia, jangan dari luar negeri karena tidak akan cocok,” ungkapnya.

Arika mengatakan, untuk membuang kulit tua atau mati serta mengangkat kotoran di permukaan kulit, lakukan pembersihan dengan menggunakan scrub cream selama dua kali dalam seminggu bagi kulit normal serta berminyak dan satu kali seminggu untuk kulit kering.

Lalu, bagaimana mengatasi noda hitam bekas jerawat? Arika menuturkan sebenarnya noda hitam akan hilang dengan sendirinya. Namun, hal itu dapat dipercepat dengan pemakaian scrub cream dan kosmetika pemutih yang aman. Sedangkan bagi yang sudah terlanjur berlubang meninggalkan bopeng/scar di wajah, dapat dilakukan tindakan dokter dengan cara electrocoagulasi, dermabrasi, atau mesotherapy.

”Nanti kulitnya akan dinaikkan kembali dengan suatu alat, sehingga kulit yang berlubang atau bopeng-bopeng akan terlihat mulus dan rata kembali. Memang ini butuh waktu yang lama,” katanya.

Corporate Public Relation Officer House of Ristra Etika Setiawanti mengatakan, tempatnya dapat memberikan layanan terpadu dan modern dalam menangani problem kesehatan dan kecantikan kulit secara bertanggung jawab. Di sana digunakan alat medis modern yang dioperasikan dokter ahli kecantikan andal, yang terbukti aman dan efektif karena telah melalui tahap uji klinis dan bergaransi.

”Perawatan di House of Ristra dijalankan berdasarkan konsep kesehatan kulit yang mempertimbangkan tiga faktor, yaitu lingkungan alam, kulit manusia, dan kosmetiknya sendiri,” tuturnya.

22 Jan 2010


BUAH apel diketahui mengandung pektin yang berfungsi melawan lemak dan menurunkan kolesterol. Serat di dalamnya juga membantu proses pencernaan. Belakangan, apel disinyalir mampu menyehatkan usus.

Berdasarkan berita yang dikutip Health Day, Kamis (21/2/2010), sebuah studi teranyar menemukan fakta bahwa pektin di dalam apel dapat meningkatkan bakteri baik dalam sistem pencernaan. Departemen Mikrobiologis University of Denmark's National Food Institute melakukan sebuah penelitian untuk menguji efek dari mengonsumsi apel. Mereka memberi makan beberapa ekor tikus yang sedang diet dengan buah apel dan berbagai macam produk berbasis apel, seperti jus apel dan puree apel (apel yang telah dihaluskan).

Kemudian, para peneliti memeriksa bakteri di dalam usus tikus untuk melihat apakah mengonsumsi apel dapat meningkatkan bakteri baik di dalamnya. Bakteri baik tersebut bermanfaat bagi kesehatan, juga mengurangi risiko terjangkit beberapa penyakit pencernaan.

"Dalam penelitian, kami menemukan bahwa tikus yang makan apel dengan kandungan pektin tinggi, jumlah bakteri baik di dalam ususnya meningkat hingga kesehatan ususnya juga meningkat," kata Andrea Wilcks, salah seorang peneliti pada jurnal BMC Microbiology edisi 20 Januari.

"Sepertinya, ketika apel dimakan teratur selama periode tertentu, bakteri baik ini membantu menghasilkan asam lemak rantai pendek yang memberikan kondisi ph seimbang untuk memastikan keseimbangan mikroorganisme yang menguntungkan. Mereka (bakteri baik) ini juga memproduksi zat kimia yang disebut butyrate yang merupakan bahan bakar penting untuk sel-sel dinding usus," kata Wilcke.

Penulis kajian menegaskan bahwa lebih banyak penelitian dibutuhkan untuk menentukan apakah penemuan pada tikus tersebut juga berlaku efektif untuk manusia.

SEBAGIAN orang menganggap punya hewan peliharaan adalah bagian dari gaya hidup kaum metropolis. Para pemilik hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing, berlomba-lomba “mendandani” peliharaan mereka. Terlepas dari itu, hewan peliharaan juga membuat Anda sehat.

Hewan membuat orang merasa lebih baik. Kebaikan tersebut menyangkut fisik dan psikologis. Bagaimana cara hewan memelihara kesehatan kita? Berikut ini paparannya, seperti dilansir webMD.

Perbaikan mood alami

Hanya perlu waktu 15-30 menit bermain dengan anjing atau kucing peliharaan Anda atau melihat ikan berenang untuk mengurangi sedikit kecemasan dan stres. Tubuh Anda benar-benar akan mengalami perubahan psikis sepanjang waktu itu hingga mood pun berubah.

Tingkat kortisol, sebuah hormon yang berhubungan dengan stres pun menurun sementara produksi serotonin, bahan kimia penting yang berkait dengan kesejahteraan meningkat.

Menjaga tekanan darah terkendali

Anda masih memantau berat badan dan rutin olahraga. Punya hewan peliharaan membantu Anda mengontrol tekanan darah.

Sebuah kajian yang dilakukan pada 240 pasangan menikah menunjukkan hasil, pemilik hewan peliharaan merasakan tekanan darah dan detak jantungnya menurun ketimbang orang yang tidak memiliki hewan peliharaan.

Kajian lainnya menunjukkan fakta bahwa anak-anak dengan hipertensi, tekanan darahnya menurun secara signifikan saat bermanja-manja dengan anjing mereka.

Membantu menurunkan kolesterol

Untuk mengontrol kolesterol, dokter selalu menyarankan Anda untuk mengikuti panduan diet, olahraga, dan berobat. Tapi, memiliki hewan peliharaan potensial membuat program pencegahan bahaya kolesterol terasa lebih mudah. Para peneliti mencatat, tingkat kolesterol dan trigeliserida yang lebih rendah pada pemilik hewan peliharan.

Anjing dan kucing baik untuk jantung

Penelitian telah menunjukkan manfaat jangka panjang memiliki kucing adalah termasuk melindungi jantung Anda. Selama lebih dari 20 tahun penelitian, didapat sebuah hasil bahwa orang yang tak pernah memiliki kucing 40 persen kemungkinan lebih besar meninggal akibat serangan jantung daripada mereka yang memelihara kucing.

Kajian lain menunjukkan, pemilik anjing punya tingkat ketahanan hidup lebih baik setelah terkena serangan jantung. Umumnya, pemilik hewan peliharaan punya risiko lebih rendah terhadap kematian akibat penyakit kardiovakular, termasuk gagal jantung.

Lebih banyak interaksi, sedikit isolasi

Satu kunci pikiran sehat adalah tetap terhubung dengan orang lain. Pemilik hewan peliharaan cenderung berjalan kaki bersama pemilik hewan peliharaan lain, misal saat jalan pagi.

Selama itu pula, Anda bisa saling bercakap-cakap. Orang, khususnya pemilik anjing, akan berhenti dan bicara dengan Anda saat mereka melihat Anda berjalan dengan anjing peliharaan.

Lebih sedikit alergi, lebih kuat imunitas

Para peneliti telah mencatat bahwa saat anak-anak tumbuh besar di rumah dengan anjing atau kucing peliharaan, kecil kemungkinan mereka terkena alergi. Hasil yang sama juga dirasakan oleh anak-anak yang tinggal dalam lingkungan peternakan dengan beragam hewan.

Sebagai tambahan, tingkat yang lebih tinggi dari sistem kekebalan tubuh mengindikasikan aktivasi sistem kekebalan yang lebih kuat yang akan membantu mereka tetap sehat dalam setiap pertumbuhannya.

Kucing dan pencegahan asma

Rasanya terdengar janggal. Alergi terhadap binatang adalah pemicu paling umum penderita asama. Tapi para peneliti telah mengkaji bahwa efek memiliki kucing di rumah terhadap bayi terhadap risiko asma.

Apa yang mereka temukan adalah, anak-anak tersebut secara signifikan kemungkinan lebih kecil menderita asma ketika mereka tua. Tapi, terdapat satu pengecualian. Anak-anak yang ibunya punya alergi terhadap kucing tiga kali kemungkinan menderita asma setelah paparan awal terhadap kucing.

21 Jan 2010


MEMINUM air langsung dari keran, memang belum membudaya di Indonesia. Berbeda dengan Eropa, yang hampir semua negara di benua biru itu minum air bisa langsung dari kerannya.

Mereka meminum air langsung dari keran karena ditunjang kualitas air yang sempurna. Jadi tanpa direbus dulu, air yang tersedia baik di rumah atau di kantor maupun fasilitas-fasilitas umum bisa langsung diminum.

Bagaimana dengan Indonesia? Kualitas air yang tidak seragam, ternyata menjadi kendala. Tidak semua air yang mengalir baik itu ke rumah tangga atau fasilitas umum berasal dari PAM/PDAM. Masih banyak keluarga yang mengambil sumber air langsung dari sumur. Seperti kita ketahui, sumber air dangkal di Indonesia masih banyak tercemari zat-zat yang berbahaya.

“Karena itu, agak sulit bila menerapkan teknologi kami untuk semua jenis air di Indonesia,” ungkap Alexander C Holl, Project Manager PT Luxindo Raya, sebuah perusahaan teknologi asal Jerman yang khusus merakit teknologi penyulingan air.

Di Indonesia sendiri, air yang bisa diproses siap minum melalui keran biasanya berasal dari air PAM. Sementara untuk dikonsumsi secara umum, masih belum banyak sangat bergantung dari fasilitas teknologi dari penyedia air tersebut.

Di beberapa kompleks hunian, ada pengembang yang sudah menyediakan air siap minum dari keran, sedangkan untuk rumah-rumah berlangganan air PAM harus menggunakan alat penyuling sendiri.

Untuk fasilitas umum, di tiga halte bus Transjakarta, yakni Karet, Dukuh Atas, dan Kuningan Pasar Festival, Pemprov DKI menyediakan keran air siap minum.

“Di rumah-rumah juga bisa sebenarnya. Hanya perlu alat penyulingnya,” papar Per Thuresson, Presdir Luxindo, yang memproduksi alat penyuling air Alva.

Untuk menghasilkan air bersih yang siap minum, pihaknya mengadakan kerja sama dengan Sucofindo untuk tes lab dan uji coba.

Beragam alat penyuling air pun sebenarnya sudah banyak di pasaran. Hanya karena harganya mahal, maka menjadi kendala belum bisa memasyarakat, apalagi perekonomian rakyat Indonesia masih didominasi oleh golongan ekonomi menengah ke bawah.

Memang, minum langsung air siap minum belum menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia. Kebiasaan semacam ini acap terlihat di sejumlah negara maju seperti Singapura, Jepang, dan negara-negara di Eropa.

Di Indonesia sendiri, Thuresson menilai kebiasaan tersebut baru akan terjadi 10–20 tahun mendatang. Prediksi itu, karena mengubah kebiasaan masyarakat tidak gampang, tetapi bisa dimulai seiring dengan perkembangan zaman dan tingkat pendidikan masyarakatnya.

Inovasi Teknologi

Untuk membiasakan minum air bersih dari keran, perlu pula dirancang dengan inovasi teknologinya. Teknologi yang mampu menyuling air bersih dengan menggunakan filter, magnetik, polarized filter dan membran filter. Teknologi terbarukan ini mampu menyaring air biasa hingga menghasilkan air murni (pure water for life) hingga zero micron. Menghilangkan bau, rasa, dan warna. Dengan teknologi tersebut maka air yang dihasilkan akan berkhasiat bagi kesehatan.

Karena itu, menurut Alexander pihaknya serius mengembangkan produk berteknologi modern di Indonesia. Salah satunya menciptakan alat-alat teknologi yang sesuai dengan kondisi Indonesia. ”Investasi teknologi atau IT kami di Indonesia ini mencapai USD 800 ribu,” papar Alexander.

Bahkan, investasi untuk mengambangkan produksi mencapai USD 10-15 juta per tahun. ”Dengan investasi riset yang begitu besar, kami tentu ingin menjadi bagian mewujudkan keluarga sehat bagi masyarakat Indonesia,” terang Alexander.

Terkait produk Alva dan Alva Royal, menurut Alexander, produk ini didukung teknologi modern dari yang menghasilkan air murni yang baik bagi kesehatan dengan kapasitas 2 liter per menit. Daya listrik nya pun sangat hemat.

“Apalagi teknologi itu sudah diakui hampir 100 tahun di benua Eropa. Kami harap Indonesia juga bisa memakai dan mengembangkannya sesuai dengan iklim di sini,” ujarnya.

TERNYATA, tidak perlu repot mendapatkan antioksidan yang dipercaya mampu mengusir radikal bebas dan menjaga kesehatan kulit. Jadi, serbulah buah-buahan dan sayur-mayur yang mengandung antioksidan ini!

Vitamin A

Fungsinya untuk membentuk dan menjaga kesehatan kulit (jaringan epitel kulit) dari serangan bakteri. Kalau kulit kekurangan vitamin A, akibatnya kulit tampak kering dan kusam.

Vitamin A yang asalnya dari konversi karotenoid (zat alami yang memiliki sifat larut dalam lemak)-lutein, zeaxanthin, misalnya-adalah provitamin A sebagai antioksida. Sumber vitamin A, antara lain ubi, bayam, wortel, paprika, brokoli, semangka, aprikot.

Vitamin E

Si antioksidan yang mencegah kerusakan kulit akibat radikal bebas. Bahan pangan yang mengandung vitamin E adalah minyak kanola, selai kacang, minyak zaitun, dan minyak jagung.

B-Karoten

Si penangkal radikal bebas yang mencegah kerusakan pembuluh darah, mencegah kanker dan meningkatkan imunitas. Terdapat dalam sayuran berdaun hijau gelap, wortel, bayam dan ubi.

Zinc

Antioksidan yang berperan dalam struktur dan fungsi enzim dalam tubuh. Jenis makanan kaya zinc, seperti kepiting, hati sapi, daging sapi, sereal, lobster, ayam, kandang, susu, dan telur.

Selenium (Se)

Enzim ini fungsinya menetralkan peroksida lain, peroksida lemak, misalnya, yang dapat menimbulkan penyakit generatif.

Sumber makanan Selenium ini terdapat pada beras merah, beras putih, udang, kepiting, tuna, lobster, telur, ayam, biji gandung, jagung, dan sereal.

Glutation

Antioksidan yang bersifat antikanker dan melawan polutan lingkungan. Nah, contoh buah dan sayurnya ialah alpukat, asparagus, semangka, jeruk, stroberi, bunga kol, brokoli dan tomat.

Lycopene

Memiliki sifat anti kanker yang lebih kuat dari betacarotene. Bisa diperoleh dari tomat dan semangka.

TEH ibarat alarm pengingat untuk Anda memulai hari. Dalam sehari, rasanya tak cukup kita meminumnya hanya satu cangkir. Kenali berbagai macam teh yang memberi banyak manfaat untuk tubuh.

Minuman populer satu ini bisa menurunkan risiko penyakit jantung, kanker, diabetes, gusi, stres, membakar lemak, dan membantu Anda menurunkan berat badan. Beruntung, para peneliti selalu menemukan hal baru seputar manfaat teh untuk kesehatan. Sebuah kajian terbaru menunjukkan bahwa minum teh hitam bisa benar-benar membantu pertumbuhan dan perbaikan lapisan tisu tulang.

“Terdengar seperti Anda tumbuh tua dengan cara yang manis. Kalau terlihat baik dan energik adalah orientasi hidup Anda ketimbang umur, minum teh hijau mampu mengusir lemak perut. Tak heran jika teh hijau menjadi bagian penting dalam program diet dan olahraga,” papar Ani Bailey, pendiri www.californiateahouse.com.

Berikut lima jenis teh yang siap memberi keuntungan untuk kesehatan tubuh Anda, seperti dikutip Sheknows.

Teh hijau

Teh hijau dibuat dari daun teh yang tidak difermentasi sehingga mengandung polyphenols konsentrat tinggi. Teh hijau sering dimanfaatkan untuk mengurangi risiko kanker dan penyakit jantung, menurunkan kolesterol, menurunkan berat badan (terutama lemak perut). Teh hijau juga memberi manfaat dalam menurunkan risiko diabetes dan Alzheimer’s.

Teh hitam

Penelitian yang dipublikasikan Journal of Psychopharmacology menunjukkan bukti bahwa teh hitam efektif menurunkan kortisol, hormon stres.

“Kajian menemukan bahwa orang yang minum teh hitam akan terkurangi stresnya lebih cepat daripada mereka yang minum jenis teh lainnya,” jelas Bailey.

Lebih jauh, partisipan mengalami penurunan tingkat kortisol dalam darah mereka setelah stres berat. Kuncinya, mereka mengonsumsi teh hitam empat kali per hari selama enam minggu. Teh hitam juga mampu mengurangi risiko kanker.

Teh putih

Teh putih kurang dikenal, tapi tak membuatnya kurang sehat. Teh putih, khususnya ekstrak teh putih terbukti mampu memperlambat pertumbuhan bakteri yang menyebabkan infeksi Staphylococcus, infeksi Streptococcus, pneumonia, dan karies gigi, serta meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh.

“Menurut Milton Schiffenbauer PhD, profesor mikrobiologi dan biologi pada Pace University’s Dyson College of Arts & Sciences, efek antivirus dan antibakteri dari beberapa merek pasta gigi adalah karena tambahan ekstrak teh putih,” tambah Bailey.

Teh oolong

Teh oolong terbukti mampu mendorong metabolisme tubuh, membakar lemak, membantu menurunkan berat badan, dan menjaga kesehatan kulit.

“Wanita yang minum teh oolong dua cangkir sehari meningkatkan metabolisme mereka sekira 157 persen melebihi wanita yang minum teh hijau dalam jumlah yang sama,” kata Bailey seperti mengutip sebuah kajian yang dipublikasikan Journal of Medical Investigation.

Teh herbal

Teh herbal tidak berasal dari Camillia sinensis (tanaman teh). Walaupun bukan tergolong teh dalam pengertian teknis, teh herbal tetap menawarkan banyak manfaat kesehatan.

“Menurut Food and Drugs Association (FDA), teh herbal sangat mengagumkan dalam hal menurunkan stres, yang menjadi faktor risiko gagal jantung dan penuaan dini,” jelas Bailey.

Dicampur dengan berbagai bahan organik, seperti buah berry dan kelopak bunga mawah, teh herbal mampu mengurangi stres, membantu pencernaan, dan punya banyak kandungan antioksidan. Kita tahu bahwa antioksidan mampu mengusir radikal bebas sehingga tubuh jauh dari penyakit termasuk kanker.

Teh herbal tidak mengandung kafein. Jadi, Anda bisa menikmatinya sepanjang hari hingga waktu tidur karena teh ini tak akan mengacaukan tidur malam Anda.